Karhutla di Pulau Rupat membara lagi, puluhan hektare kebun warga terbakar

Berita Terbaru

Sindoberita – Puluhan hektare lahan perkebunan milik masyarakat di Desa Cingam Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis Riau kembali terbakar. Hingga Sabtu petang ini, warga masih berjibaku memadamkan api dilokasi dengan peralatan seadanya.

“Diperkirakan lahan perkebunan milik masyarakat. Yang terbakar sudah mencapai puluhan hektare, pemadaman kita lakukan dengan peralatan mengunakan mesin robin milik masyarakat, “ujar Azman Kepala Desa Cingam ketika dihubungi, Sabtu.

Dikatakan Azman, Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Di tempat itu diduga berasal dari Pantai Ketapang dan mulai terbakar sejak pagi tadi. Akibat angin yang kencang ditambah cuaca yang sangat panas api dengan cepat membakar lahan gambut dan perkebunan warga.

“Lahan perkebunan yang terbakar ada tanaman karet, sawit, padi dan ada juga sebahagian lahan tiur,” ungkapnya lagi.

Untuk menjaga api tidak pindah kelokasi lainnya, masyarakat mencoba melakukan upaya pencegahan dengan membatasi lokasi yang terbakar dengan cara menyeprotkan air dilokasi yang belum terbakar.

“Sampai malam ini api tetap membakar lokasi lahan perkebunan masyarakat,” kata Azma.

Kades juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan dalam membuka areal perkebunan kebakaran, selain sudah ada aturan dan larangan serta sanksi di buat juga berdampak kepada kerugian materil

“Dampak dari kebakaran hutan dan lahan. Ini sangat besar. Dan upaya terus kita lakukan dengan mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan dalam membuka areal perkebunan,” himbau kades.

Baca Lagi : Terdakwa Penipuan Hanya Dituntut 6 Bulan Penjara, Ini Penjelasan JPU Dafit Riandi

Baca Lagi : Korban Serangan Teror Di Masjid New Zealand Mulai Dimakamkan

Baca Lagi : Seungri Dituduh Hapus Bukti Persekongkolan Dengan Polisi

Baca Lagi : Selasa Sore, Rupiah Menguat Lagi Ke Rp14.232 Per Dolar AS

Baca Lagi : KPK Minta Parpol Tak Ganggu Kerja Kadernya Yang Jadi Menteri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *