Pembunuhan Seorang Ibu Dipenjaringan Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Terungkap Cuma Gara-gara Ini Pelaku Bunuh Sopir Taksi Online

Berita Terbaru Kriminal Pembunuhan

Terungkap Cuma Gara-gara Ini Pelaku Bunuh Sopir Taksi Online. Darmadi Anca (28) tersangka kasus pembunuhan terhadap sopir taksi online, Handarri (27) menceritakan motif dibalik aksi kejinya itu.

Ternyata penyebab pelaku menghabisi korban dengan cara keji itu hanya karena tersinggung dengan ucapan korban.

Darmadi mengaku naik pitam karena sakit hati dengan ucapan korban yang dianggapnya telah menghina dan merendahkan harga dirinya.

Insiden berdarah itu terjadi setelah korban menurut pengakuan tersangka menolak mengantarkannya ke lokasi yang dituju karena alasan kondisi jalan.

Sebelum Darmadi membunuh korban, keduanya sempat terlihat cekcok mulut setelah korban memutar balik kendaraannya dari arah menuju lokasi yang dituju terssangka.

“Dia (Handarri) langsung putar balik,”kata Darmadi di Mapolres Balikpapan .

“Dia bilang tidak mau meneruskan orderan.Ongkosnya tidak sepadan dengan jalan yang dilewati yang becek dan belumpur,” kata tersangka.

Bahkan, masih menurut penuturannya, tersangka makin emosi setelah korban menyuruhnya naik helikopter ke lokasi tujuan.

“Dia (Handarri) bilang jangan mau enaknya pesan taksi online. Lalu, korban minta saya diantar pake helikopter saja,” katanya.

Omomngan korban pun langsung disambut beondongan tembakan dari air soft gun tersangka yang diarahkan ke bagian kepala korban.

Akibatnya, korban pun panik sehingga mobil terperosok ke bahu jalan lantas menambrak pohon. Korban yang coba menyelamatkan diri keluar mobil masih diburunya.

“Saya tembak lagi dia karena melawan, saya pukul pakai dongkrak mobil,” ucapnya.

Darmadi mengaku selain menembak dan memukul korban dengan dongkrak, ia juga menusuk korban dengan pisau.

Tersangka baru berenti menganiaya korban setelah melihat pemotor yang melintas, ia pun langsung kabur dan menelepon salah seorang rekannya untuk menjemput.

“Teman saya tanya kenapa badan saya penuh lumpur. Saya bilang habis dikejar anjing. Saya minta diantar ke rumah teman di daerah Sepingan, disana saya mandi dan pinjam baju,” ungkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *